DETIK SUMBA – Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin menguasai dunia kerja, Universitas Katolik (Unika) Weetebula mengambil langkah nyata. Kampus di Pulau Sumba ini memilih fokus memperkuat sisi terbaik manusia yang tidak bisa di tiru oleh mesin komputer, yaitu karakter atau akhlak.
Komitmen ini disampaikan secara jelas dalam pembukaan Masa Bimbingan Mahasiswa (Mabim) dan Matrikulasi Tahun Akademik 2026/2027. Acara ini digelar di Auditorium Maria Ratu Damai Unika Weetebula pada Selasa (18/8/2026).
Sebanyak 875 mahasiswa baru yang lolos dari total 1.036 pendaftar berkumpul bersama. Mereka berasal dari 10 program studi yang berbeda. Lewat kegiatan ini, mereka diajak untuk menyamakan tujuan menjadi mahasiswa yang berkarakter, kreatif, inovatif, dan peduli sesama.
Ketua Panitia Kegiatan, Yohanis Umbu Kaleka, M.Si., menjelaskan bahwa tema tahun ini, yaitu “Berkarakter, Kreatif, Inovatif, dan Humanis: Mahasiswa Unika Weetebula sebagai Penggerak Kemajuan Sumba,” sengaja dipilih untuk menjawab tantangan zaman modern. Menurutnya, kepintaran teknologi harus dilawan dengan kekuatan sifat manusia.
”Tema ini sengaja dipilih oleh panitia karena melihat di era-era saat ini. Kecerdasan buatan akan semakin lebih pintar dari kita. Tetapi ada satu hal yang menurut kami tidak akan pernah tergantikan, yaitu karakter” ujar Ketua Program Studi Fisika itu dalam laporannya.
Kegiatan Mabim ini berlangsung dari Selasa (18/8/2026) hingga Sabtu (22/8/2026), lalu akan dilanjutkan dengan kelas persiapan atau matrikulasi selama satu bulan. Melalui proses ini, para mahasiswa baru akan dibimbing agar siap menghadapi dunia perkuliahan.
”Kami panitia berharap kegiatan yang sudah disiapkan betul-betul mendapat bagian yang sangat penting khususnya bagi adik-adik mahasiswa baru. Di sini kalian akan dibentuk menjadi pribadi yang punya karakter kreatif, inovatif, dan humanis,” ungkap Yohanis.
Sementara itu, Rektor Unika Weetebula, Dr. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil., M.A. Dalam sambutannya, mengingatkan bahwa masa kuliah adalah waktu untuk mengenal lingkungan kampus dan mengembangkan diri, bukan sekadar duduk mendengar materi di kelas.
Rektor Unika Weetebula ini, juga menceritakan bahwa saat ini sudah ada sekitar 1.500 lulusan Unika Weetebula yang bekerja membangun daerah Sumba. Ia berharap mahasiswa baru ini bisa mengikuti jejak kesuksesan para alumni tersebut.
“Selamat datang, selamat bergabung untuk 875 orang keluarga baru Unika Wetebula. Keluarga baru ini, datangnya dari 1.036 orang yang mendaftar,” ujar Rektor.
”Empat tahun kemudian kalian akan ikut bergabung dengan mereka. Manfaatkan dengan baik kesempatan ini sehingga harapan dari tema menjadi penggerak bisa terwujud,” kata Rektor kepada mahasiswa baru.
Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, Rektor menegaskan bahwa seluruh warga kampus harus saling mendukung dan bekerja sama.
”Memastikan hal itu terjadi, maka kita perlu berjalan bersama,” tambahnya dengan tegas.
Pesan tentang pentingnya hidup bersama juga ditekankan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nusa Cendana, Rm. Marcel Pingge Lamunde. Beliau mengingatkan bahwa kepintaran tidak akan ada gunanya jika mahasiswa tidak bisa hidup berdampingan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan alam sekitar.
Romo Marcel juga meminta para mahasiswa baru untuk menghargai perjuangan dan kepercayaan orang tua yang sudah membiayai kuliah mereka.
”Mau berkreatif, berkarakter model apapun yang kita inginkan tidak akan berhasil kalau tidak bersama,” pungkas Romo Marcel.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan yayasan, rektorat, dosen, dan staf kampus.***

Tinggalkan Balasan