Detik Sumba – Banyak orang menghindari minum air es karena percaya kebiasaan tersebut dapat menyebabkan berat badan naik.
Mitos ini telah lama beredar di masyarakat dan masih sering dipercaya hingga sekarang. Namun, benarkah air es menjadi penyebab seseorang menjadi gemuk?
Secara ilmiah, air putih, baik yang disajikan dalam suhu normal maupun dingin, tidak mengandung kalori. Artinya, minum air es tidak secara langsung menyebabkan penambahan berat badan. Berat badan bertambah ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada kalori yang dibakar.
Para ahli menjelaskan bahwa suhu air tidak memengaruhi kandungan kalorinya. Air tetap merupakan minuman bebas kalori, sehingga tidak akan berubah menjadi lemak hanya karena diminum dalam keadaan dingin.
Justru, ketika seseorang mengonsumsi air dingin, tubuh akan menggunakan sedikit energi untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh.
Energi yang digunakan memang sangat kecil sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan berat badan, tetapi hal ini menunjukkan bahwa air es bukan penyebab kegemukan.
Mitos tersebut kemungkinan muncul karena air es sering dikaitkan dengan minuman manis seperti es teh, es kopi susu, minuman bersoda, atau aneka minuman kekinian yang mengandung gula dalam jumlah tinggi.
Minuman-minuman tersebutlah yang berpotensi meningkatkan asupan kalori apabila dikonsumsi secara berlebihan, bukan es batu atau air dinginnya.
Sebagai contoh, segelas air putih dingin memiliki nol kalori. Sebaliknya, segelas minuman manis dingin dapat mengandung ratusan kalori tergantung jumlah gula, sirup, susu, atau krimer yang digunakan.
Selain membantu menjaga hidrasi tubuh, minum air putih juga berperan dalam menjaga fungsi organ, membantu metabolisme, dan mengurangi risiko dehidrasi, terutama di daerah beriklim panas seperti Pulau Sumba.
Mencukupi kebutuhan cairan setiap hari juga dapat membantu mengendalikan rasa lapar sehingga seseorang tidak mudah mengonsumsi camilan berlebihan.
Meski demikian, konsumsi air es tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Sebagian orang dengan gigi sensitif, radang tenggorokan tertentu, atau kondisi medis tertentu mungkin merasa tidak nyaman saat mengonsumsi minuman yang terlalu dingin. Jika mengalami keluhan, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan