DETIK SUMBA – Peta politik di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), kian menghangat pasca-kembalinya Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) SBD, Dominggus Dama. Langkah politik figur yang akrab disapa D’Dama ini dipastikan bakal membawa dinamika baru, baik di internal partai maupun dalam konstelasi hubungan dengan eksekutif daerah.

Momen kembalinya D’Dama terekam saat ia tiba di Bandara Lede Kalumbang pada Sabtu siang, 1 Agustus 2026. Kedatangan politisi senior ini disambut hangat oleh ratusan warga dan keluarga besar yang telah memadati area bandara, sebelum akhirnya diarak menuju kampung besarnya di Desa Mata Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah.

Prosesi penjemputan ini tidak sekadar ritual kekeluargaan, melainkan sarat akan pesan konsolidasi politik tingkat tinggi. D’Dama didampingi langsung oleh Ketua DPW PKB Provinsi NTT sekaligus Anggota DPRD Provinsi NTT, Aloysius Malo Ladi, serta dua legislator Fraksi PKB DPRD Kabupaten SBD, Lukas Camma dan Anselmus Danga Ate Kondo. Kehadiran para petinggi ini menegaskan soliditas struktural PKB di bumi Sumba.

Di hadapan basis massanya, D’Dama mengakui bahwa menakhodai partai berlambang bola dunia ini di tingkat kabupaten bukanlah perkara mudah. Kendati demikian, ia optimistis energi kolaborasi antarpengurus serta loyalitas akar rumput akan menjadi modal utama membawa PKB SBD melompat lebih maju.

Namun, di balik optimisme tersebut, D’Dama langsung menebar sinyal peringatan keras demi menjaga marwah dan kedisiplinan organisasi. Ia menegaskan tidak akan segan-segan melakukan pembersihan internal terhadap oknum-oknum yang mencoba bermain di luar garis komando partai.

D’Dama memastikan seluruh jajaran pengurus yang solid akan mendapat dukungan penuh, sementara mereka yang membelot dari aturan main organisasi dipastikan bakal menghadapi evaluasi total.

“Prinsip saya tegas, tidak ada toleransi bagi kader yang melanggar ketentuan. Saya tidak akan mengorbankan kebesaran partai,” tegas Ketua DPC PKB SBD ini dengan nada tanpa kompromi.

Selain melakukan konsolidasi internal, D’Dama juga memanfaatkan momentum ini untuk menjawab berbagai spekulasi dan isu miring yang menerpa dirinya di ruang publik. Secara khusus, ia menepis rumor liar yang menuding bahwa dirinya berseberangan dengan jalannya roda pemerintahan di SBD saat ini.

D’Dama menegaskan bahwa PKB SBD tetap berada dalam barisan yang searah dengan arah pembangunan daerah. PKB berkomitmen penuh untuk mengawal dan menyukseskan visi-misi yang telah dicanangkan oleh kepala daerah demi kesejahteraan masyarakat Sumba Barat Daya.

“Bagaimanapun amanat partai yang saya jalankan dimana partai ini mendukung program Bupati,” jelasnya secara gamblang untuk memutus mata rantai isu miring tersebut.***