DETIK SUMBA – Jadwal pelaksanaan Pasola tahun 2026 untuk wilayah Kodi, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar resmi diumumkan.

Pengumuman rangkaian waktu dan lokasi Pasola pada Februari hingga Maret itu diterbitkan di Kampung Mbuku Bhani, Desa Ate Dalo, Kecamatan Kodi, pada Rabu, 21 Januari 2026.

Saat itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, hadir langsung bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur keamanan, termasuk Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo, jajaran perangkat daerah terkait, serta unsur adat yang diwakili rato-rato dari Situs Mbuku Bani dan Kampung Situs Tosi.

Tokoh masyarakat setempat pun turut dilibatkan, agar keputusan jadwal dianggap selaras dengan kebutuhan ritual dan kesiapan kampung pelaksana.

Rapat penetapan jadwal itu disebut sebagai bagian dari rangkaian ritual adat yang bertaut langsung dengan kepercayaan Marapu.

Pasola dikenal sebagai perang lembing berkuda tahunan di Pulau Sumba, yang mempertemukan dua kelompok pria dari kampung/desa berbeda.

Lembing kayu dilemparkan sambil menunggang kuda dalam kecepatan tinggi, sebagai simbol syukur panen dan bagian dari ritual adat.

Rangkaian Pasola juga ditandai prosesi pencarian nyale, yang selalu diperlakukan sebagai penanda penting dalam kalender adat.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa Pasola dipandang sebagai festival budaya yang menguji ketangkasan, keberanian, dan sportivitas.Tradisi itu ditekankan sebagai ruang adu keberanian tanpa dendam, sekaligus menjaga ikatan sosial antarwarga kampung.

Bupati juga menyebut soal keyakinan masyarakat setempat bahwa darah yang tumpah dipercaya membawa kesuburan bagi tanah dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, Pasola diminta terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan leluhur yang tidak boleh tergerus oleh perubahan zaman.

“Oleh karena itu, tradisi ini harus terus di jaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya leluhur,” tegasnya.

Penegasan lain juga disampaikan terkait keaslian pelaksanaan, terutama pada penampilan dan kelengkapan busana para peserta.

Bupati mengimbau peserta benar-benar memakai kain adat dan atribut Pasola secara lengkap, agar nilai seni-budaya tetap utuh.

Keaslian tampilan itu dinilainya penting, supaya Pasola dapat disaksikan masyarakat luas dan wisatawan dengan wajah budaya yang sebenarnya.

Rangkaian pertama digelar pada Februari 2026, dengan tiga titik pelaksanaan yang tersebar di Kecamatan Kodi Bangedo dan Kecamatan Kodi.

Lokasi pertama tercatat di Homba Kalayo, Kecamatan Kodi Bangedo, pada Senin, 9 Februari 2026, dengan waktu pelaksanaan 08.00 – 12.00.Lokasi kedua berlangsung di Bondo Kawango, Kecamatan Kodi, pada Selasa, 10 Februari 2026, dengan waktu pelaksanaan 13.00 – 17.00.

Lokasi ketiga dijadwalkan di Rara Winyo, Kecamatan Kodi, pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan waktu pelaksanaan 08.00 – 13.00.

Agenda kemudian berlanjut pada Maret 2026, dengan tiga titik berikutnya yang sebagian besar berada di Kecamatan Kodi Bangedo dan Kecamatan Kodi Balaghar.

Lokasi pertama pada Maret dilaksanakan di Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, pada Senin, 9 Maret 2026, pada pukul 08.00 – 12.00.

Lokasi kedua digelar di Wai Ha, Kecamatan Kodi Balaghar, pada Selasa, 10 Maret 2026, pada pukul 08.00 – 12.00.

Lokasi ketiga berlangsung di Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, pada Rabu, 11 Maret 2026, pada pukul 08.00 – 13.00.***