Detik Sumba – Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh operasi penangkapan jaringan pencurian ternak lintas kabupaten oleh tim gabungan Polres Sumba Barat.
Operasi senyap ini dilakukan berdasarkan penyelidikan mendalam atas tiga laporan pencurian yang terjadi di waktu berbeda sejak tahun 2022 hingga September 2026.
Perburuan dimulai pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Polisi bergerak mengepung Kampung Praidita, Sumba Tengah, dan berhasil meringkus dua terduga pelaku, yaitu ASBL (46) dan KY (35). Di rumah ASBL, polisi juga menemukan seekor kerbau jantan yang diduga kuat merupakan hasil curian.
Dari hasil pemeriksaan kedua pelaku ini, polisi mengantongi nama baru. Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 06.00 WITA, polisi bergerak ke Wanokaka, Sumba Barat, dan sukses mencokok pelaku ketiga berinisial YKM.
Berdasarkan catatan kepolisian, ASBL dan YKM terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah Katikutana pada Februari 2026. Selain itu, ASBL, YKM, dan pelaku lain berinisial JT juga teridentifikasi sebagai dalang pencurian ternak di Kecamatan Loli pada awal September 2026.
Khusus untuk JT, ia merupakan residivis yang sudah masuk radar polisi sejak kasus pencurian berat pada Mei 2022 lalu. Polisi menduga kuat bahwa komplotan ini merupakan jaringan besar pencurian ternak yang terorganisir.
Namun, operasi penegakan hukum ini berakhir tragis saat tim memburu target, JT. Menyadari posisinya terkepung di rumahnya, JT nekat mencoba melarikan diri. Petugas di lapangan sudah melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara agar JT menyerah, namun tidak diindahkan.
Petugas akhirnya terpaksa melepaskan tembakan tegas terukur untuk melumpuhkan. Awalnya tembakan dibidik ke arah kaki, namun karena posisi korban yang mendadak terjatuh, peluru justru mengenai bahu kanan JT. Nyawanya tidak tertolong setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Tewasnya JT menjadi bagian paling serius dalam penangkapan ini dan sempat memicu ketegangan di Mapolres Sumba Barat. Saat ini, pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban terkait pengurusan jenazah serta mengamankan hasil visum rumah sakit.
Meski diwarnai insiden tersebut, Polres Sumba Barat menegaskan proses penyelidikan terhadap jaringan pencurian ternak ini akan tetap berjalan guna memburu kemungkinan adanya pelaku lain yang masih berkeliaran

Tinggalkan Balasan