Detik Sumba – Tantangan sektor pertanian ke depan diperkirakan semakin kompleks. Hal ini menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Ilmu Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik (Unika) Weetebula.
Untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai perubahan tersebut, Hima Ilmu Pertanian gelar seminar yang membahas persoalan dan tantangan pertanian masa depan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, di Auditorium Maria Ratu Damai.
Seminar ini merupakan salah satu agenda yang digagas Hima Prodi Ilmu Pertanian di bawah kepemimpinan Viktor Yanus Lede.
Dalam kegiatan tersebut, Hima menghadirkan Marselinus S. Reda Lete, SP dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya dan Jeni Rambu Yaku Danga, SP., MP Prodi Agroteknologi sebagai pemateri.
Viktor mengatakan, gagasan untuk menggelar seminar pertanian sudah muncul ketika dirinya masih mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa.
Setelah penarikan KKN, ia kemudian membangun komunikasi dengan sejumlah dosen untuk merealisasikan rencana tersebut.
“Saya sudah memikirkan untuk membuat seminar pertanian ketika masih mengikuti KKN di desa. Setelah penarikan KKN, saya kemudian membangun komunikasi dengan dosen untuk bisa merealisasikan kegiatan ini,” kata Viktor kepada Detik Sumba.
Menurut Viktor, keinginan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Program Studi Ilmu Pertanian, Dr. Heronimus Delu Pingge, M.Pd.
Ia mengatakan, seminar tersebut digagas karena mahasiswa tidak cukup hanya memahami pertanian melalui teori yang diperoleh di ruang kuliah.
Mahasiswa juga perlu mengetahui kondisi pertanian di lapangan serta memahami berbagai perubahan yang akan memengaruhi sektor tersebut.
“Perkembangan teknologi, perubahan kondisi lingkungan, kebutuhan pangan, serta tuntutan terhadap sumber daya manusia menjadi sejumlah persoalan yang perlu dipahami oleh generasi yang nantinya berkecimpung di sektor pertanian,” ujarnya.
Seminar tersebut diikuti mahasiswa dari dua fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Kepala Program Studi Ilmu Pertanian, dosen-dosen pertanian, dan dosen Prodi Agroteknologi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Viktor juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Program Studi Ilmu Pertanian, para dosen, serta seluruh pengurus Hima yang telah membantu menyukseskan kegiatan.
“Terima kasih kepada Ketua Program Studi Ilmu Pertanian, para dosen, dan seluruh pengurus Hima yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Kegiatan seperti ini penting untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai pertanian dan tantangan yang akan dihadapi ke depan,” ujar Viktor.
Viktor berharap mahasiswa semester berikutnya dapat melanjutkan agenda akademik Hima dan membuat kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa.
“Ke depan, kami berharap adik-adik semester yang akan melanjutkan kepengurusan Hima dapat membuat kegiatan yang lebih baik lagi, sehingga semangat untuk belajar, berdiskusi, dan berbicara tentang pertanian tetap berjalan,” katanya.
Menurut Viktor, Hima tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berorganisasi.
Hima adalah tempat mahasiswa untuk memperluas pengetahuan, berdiskusi, dan memahami persoalan pertanian yang akan dihadapi pada masa mendatang.***

Tinggalkan Balasan